Hari ini, dalam koran Kedaulatan Rakyat dimuat sebuah laporan akhir tahun tentang kegersangan pegunungan Dieng akibat alih fungsi lahan dari hutan lindung menjadi lahan produksi tanaman pangan, khususnya kentang. Memang, berita itu lebih menyorot tentang gersangnya lahan yang kemungkinan nantinya bisa membuat pegunungan Dieng menjadi pegunungan bebatuan karena alih fungsi lahan tersebut. Namun, yang saya soroti disini adalah peran pemerintah "pemilik" Dieng dalam proses penyelamatan lingkungan tersebut. Pada berita yang dimuat itu hanya menyoroti peran Pemkab Wonosobo dalam masalah Dieng ini. Lalu, kemana peran Pemkab Banjarnegara? Padahal sebagian besar tanah Dieng adalah milik Pemkab Banjarnegara. Hmm...mbuh lah...aku mungkin terlalu lama di jogja, hehehehe
read more “Dieng, Wonosobo-Banjarnegara”
Muhammad Ali Fikri
Category
- agenda (1)
- amati kebiasaan (1)
- artikel (1)
- bahaya rutinitas (1)
- basket itu asyik (1)
- basketball (5)
- berani berubah (2)
- berani memilih (1)
- berfikir positif (1)
- bisnis (1)
- catatan (23)
- dasar basket (1)
- download (3)
- dunk (1)
- guru ideal (1)
- hak pilih (2)
- hidup itu sederhana (1)
- karena kemalasan (1)
- karena Tuhan (1)
- kerenggangan hubungan (1)
- life is never flat (1)
- mario teguh (1)
- memulai bisnis (1)
- menyegerakan diri (1)
- menyesal telah memilih (1)
- motivasi (8)
- pemanasan global (1)
- perasaan nyaman (1)
- pertanian (2)
- politik (2)
- rebound (1)
- seminar (1)
Muhammad Ali Fikri
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Desember 2009
Rabu, 01 Juli 2009
Hutan Riau Terbakar
Lagi-lagi ada berita kebakaran hutan di Riau. Huft, kapan ya hutan di indonesia ini habis terbakar? Kayaknya mah bentar lagi. M.S. Kaban bilang klo kebakaran hutan tidak bisa kita hentikan, yang ada hanya bisa kita sedikit kendalikan dan diminimalisir.
Lha pak, tidak bisa dikendalikan atau memang bapak yang ga bisa? atau bapak takut? atau memang bapak tidak mau? Klo alasannya karena masih ada masyarakat kita yang bertingkah primitif dan tradisional dalam clearing hutan dengan pembakaran, apakah tidak ada yang bisa dilakukan oleh penyuluh untuk memberitahukan cara clearing yang terbaik? atau jangan2 dana buat para penyuluh sudah dikorupsi. Tidak arif jika kita menyalahkan para tukang kebun ataupun petani. Akan lebih bijak jika introspeksi diri dengan bertanya, apakah yang kita lakukan sudah tepat?
Lalu, apakah ini benar2 ulah masyarakat? atau ulah korporasi yang ingin mendirikan industri? yang ingin membangun perumahan? ayolah...masyarakat kita terlalu bodoh jika tidak tau akan dampak membakar hutan. Kalaupun mereka melakukan itu, kemungkinan ada intervensi dari pihak lain.
Tapi, disisi lain atas keprihatinan TheAdventurer ini, tetap ada sedikit harapan supaya ada upaya yang lebih serius dari pemerintah tentang kebakaran hutan ini. Semoga harapan ini bisa tercapai. Amiiin.
read more “Hutan Riau Terbakar”
Lha pak, tidak bisa dikendalikan atau memang bapak yang ga bisa? atau bapak takut? atau memang bapak tidak mau? Klo alasannya karena masih ada masyarakat kita yang bertingkah primitif dan tradisional dalam clearing hutan dengan pembakaran, apakah tidak ada yang bisa dilakukan oleh penyuluh untuk memberitahukan cara clearing yang terbaik? atau jangan2 dana buat para penyuluh sudah dikorupsi. Tidak arif jika kita menyalahkan para tukang kebun ataupun petani. Akan lebih bijak jika introspeksi diri dengan bertanya, apakah yang kita lakukan sudah tepat?
Lalu, apakah ini benar2 ulah masyarakat? atau ulah korporasi yang ingin mendirikan industri? yang ingin membangun perumahan? ayolah...masyarakat kita terlalu bodoh jika tidak tau akan dampak membakar hutan. Kalaupun mereka melakukan itu, kemungkinan ada intervensi dari pihak lain.
Tapi, disisi lain atas keprihatinan TheAdventurer ini, tetap ada sedikit harapan supaya ada upaya yang lebih serius dari pemerintah tentang kebakaran hutan ini. Semoga harapan ini bisa tercapai. Amiiin.
Langganan:
Postingan (Atom)
