Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2010

Saos, enaknya banyak ato sedikit ya?

Lebih dari 3 hari ini aku selalu makan mie ayam bakso tiap harinya. Ga tau kenapa rasanya pengen banget....mupeng klo udah ada warung bakso yang ada mie ayamnya juga. Hmmm, lama-lama rambutku jadi kayak mie ni mrungkel-mrungkel, hehehehe. Tapi kayaknya enggak deh, buktinya rambutku masih beres-beres aja, hohhoho.

Ngomongin masalah mie ayam bakso, tentunya ga lepas dari yang namanya kecap dan saos sebagai tambahan. Ga afdhol rasanya nek ga ada kecap dan saos waktu makan mie ayam. Kontroversinya, ada yang bilangin aku nek saosnya jangan kebanyakan. Katanya ga sehat! Tiap kali aku nuangin saos dengan "standar porsi" saosku...botol saosnya langsung dia ambil dari tanganku, mungkin saking sayangnya dia kepadaku kali ya...(ngarep mode on, ehehehehe). Tapi barusan aja aku makan mie ayam bakso bareng temenku yang lain, saat kubilang..."klo si dia liat aku make saos sebanyak itu pasti botolnya langsung di ambil", kawanku yang aku ceritain malah jawab begini "makan mie ayam bakso saosnya dikit tu ga nikmat" sambil senyum-senyum n tanpa perasaan bersalah terus aja maksa saosnya keluar dari botol. Weleh, batinku...yang bener mana yak?hahaha!!! Emang sih katanya ga sehat, tapi kok enak, hahahaha. Padahal ada yang bilang nek saos itu bikinnya dari nek ga tomat busuk, pepaya busuk ya gaber (ketela busuk yang dikeringkan). Weleh, tambah medeni to...semua yang serba busuk masuk ke perut kita dengan alasan enak. (hahaha, orang Indonesia aneh.). Tapi seh, katanya ada yang terbuat dari tomat yang bagus. Ah, aku pikir, itu cuma untuk beberapa merek terkenal aja, ato malah cuma buat produk impor. Nah produk Indonesia pasti pake yang serba busuk di atas. Bukannya pengen ngejelek-jelekin....tapi yo kayaknya kenyataannya gitu. hahahahaahaha

Tapi, semua terserah sama yang makan mie ayam bakso, mau pake saos yang banyak juga boleh, mau sedikit juga boleh, ga pake juga ga papa!!! Cuma sekali lagi, jangan berlebihan! Soalnya sesuatu yang berlebihan pasti mendatangkan keburukan. Nah berlebihan versi siapa? silahkan tafsirkan sendiri pemahaman berlebihan itu. Selamat memilih, hehehehe
read more “Saos, enaknya banyak ato sedikit ya?”

Senin, 14 Desember 2009

Dieng, Wonosobo-Banjarnegara

Hari ini, dalam koran Kedaulatan Rakyat dimuat sebuah laporan akhir tahun tentang kegersangan pegunungan Dieng akibat alih fungsi lahan dari hutan lindung menjadi lahan produksi tanaman pangan, khususnya kentang. Memang, berita itu lebih menyorot tentang gersangnya lahan yang kemungkinan nantinya bisa membuat pegunungan Dieng menjadi pegunungan bebatuan karena alih fungsi lahan tersebut. Namun, yang saya soroti disini adalah peran pemerintah "pemilik" Dieng dalam proses penyelamatan lingkungan tersebut. Pada berita yang dimuat itu hanya menyoroti peran Pemkab Wonosobo dalam masalah Dieng ini. Lalu, kemana peran Pemkab Banjarnegara? Padahal sebagian besar tanah Dieng adalah milik Pemkab Banjarnegara. Hmm...mbuh lah...aku mungkin terlalu lama di jogja, hehehehe
read more “Dieng, Wonosobo-Banjarnegara”

Rabu, 19 Agustus 2009

Catatan Tentang Sidang Paripurna Khusus

Saat ini, sedang ada Sidang Paripurna Khusus DPD di Gedung DPR MPR. Dijadwalkan SBY akan berpidato disitu tentang pemekaran wilayah. Dalam sidang itu hadir juga Hatta Rajasa, Fauzi Bowo, Sri Sultan, JK, dan SBY, cuma itu yang aku tau. Tapi, sebenarnya bukan itu yang ingin aku bahas disini. Melainkan adalah para anggota DPD yang juga masih ada yang tertidur saat ada yang berpidato (klo ga salah Agung Laksono).

Lah mereka ini para wakil rakyat jee, tapi kok malah ada yang tidur. Padahal yang pidato juga lagi ngomongin tentang kesejahteraan rakyat. Dah gitu, ga ada yang negur pula. Yang pidato juga dengan santainya nerusin ocehannya. Sebagain besar peserta sidang itu malah membaca buku yang kayaknya isi pidato itu, lha klo gitu mending ga usah pidato aja...suruh aja para pesertanya baca bukunya, gitu kan selesai.

Buat yang pidato, buat apa terus ngomong klo ternyata ga didengerin. Yang aku bingung, kenapa to para pesertanya ga pada dengerin? apa sebenarnya mereka udah tau semua? klo gitu ga da manfaatnya donk pidatonya? aih....lagi2 aku pesimis dengan para wakil rakyat itu....sebenarnya apa yang mereka perjuangkan?

Dan yang aku sesalkan lagi...pidato menggunakan teks!!!!!!! Busyet, lebih pintaran anak SMA sekarang yang pidato tanpa pake teks, dah gitu pidatonya di dengerin n mengena lagi. Lha ini, udah pake teks tapi ga didengerin, mau jadi apa negara kita ini? hiks....

Pemilu legislatif yang lalu, aku menyesal telah memilih. Aku menyesal telah memilih orang2 yang menghormati diri sendirinya saja tidak bisa. Orang yang menghormati diri sendiri adalah orang yang bisa mengendalikan dirinya. Sungguh...aku menyesal telah memilih.

Aku janji, aku tak akan memilih hingga ada orang yang bisa berpidato dengan bagus tanpa teks. orang yang pintar memimpin dan juga tidak serakah. orang yang mau mendengarkan orang lain saat berbicara. orang yang tidak tidur saat sedang rapat. orang yang hanya berbicara tentang hal penting yang ingin didengar oleh orang lain. Dan orang yang mau menyerahkan seluruh gajinya saat menjabat untuk rakyat miskin.

Aku mendambakan orang itu.
read more “Catatan Tentang Sidang Paripurna Khusus”

Kamis, 23 Juli 2009

Yang ke-20

Tepat pagi ini, aku udah berumur 20 tahun. Tak ada kata-kata yang bisa aku utarakan pagi ini. Hanya doa supaya hidupku bisa menjadi lebih baik dari biasanya. Amiiiiin.

tapi, aaaaaaaaaahhhhhhhhhh....semoga aku bisa lebih dekat dengan-Nya.
read more “Yang ke-20”

Rabu, 22 Juli 2009

amatilah....

amatilah bacaanmu, karena itu akan menjadi pikiranmu.
amatilah pikiranmu, karena itu akan menjadi ucapanmu.
amatilah ucapanmu, karena itu akan menjadi tindakanmu.
amatilah tindakanmu, karena itu akan menjadi kebiasaanmu.
amatilah kebiasaanmu, karena itu akan menjadi karaktermu.
amatilah karaktermu, karena itu akan menjadi nasibmu.
read more “amatilah....”

Selasa, 21 Juli 2009

Nyaman....

Nyaman...itu kata yang paling indah yang aku pernah rasakan. Saat aku merasa nyaman, semuanya pasti akan terasa baik-baik saja. Kenyamanan aku dapat saat aku berada di dekat orang-orang yang aku cintai. Nyaman kurasakan saat aku berada di sekeliling orang yang bisa membuatku tertawa. Saat merasa nyaman...semua hal yang susah menjadi menyenangkan. Saat merasa nyaman, kesedihan akan sirna begitu saja. Dan saat merasa nyaman, ketenangan akan selalu tercipta.

Kenyamanan, bukan saja dalam hubungan dengan manusia. Tapi juga dengan lingkungan, dengan kerja, dengan kantor, dengan kendaraan, dll. Dan saat merasa nyaman, orang pasti akan merasa senang. Menurutku, perasaan nyaman bisa menjadikan orang menjadi;
  1. Lebih semangat.
  2. Selalu tersenyum.
  3. Berfikir positif.
  4. Lebih tenang perasaannya.
Dan pastinya, keempat hal itu bisa meningkatkan produktifitas orang yang merasakannya. Sekelilingnya pun akan merasakan hal yang sama. Dan akhirnya, kualitas dirinya dan orang-orang yang ada disekelilingnya akan meningkat.

Dan ada beberapa hal yang membuat orang merasa nyaman, baik dalam berhubungan dengan sesama manusia maupun dengan yang lainnya.
  1. Keeratan hubungan.
  2. Bisa membuat tertawa.
  3. Tidak ada tekanan.
  4. Saling mendukung.
  5. Empati.
  6. Memiliki tujuan yang sama.
  7. Kesamaan nasib.
  8. Kekeluargaan.
Beberapa hal tersebut memang masih abstrak, namun setidaknya itu bisa mewakili beberapa kondisi yang bisa menjadikan kita merasa nyaman. Dan hampir kebanyak orang akan suka pada posisi nyaman. Jadi, buatlah selalu orang-orang yang ada disekeliling kita merasa nyaman, supaya kualitas hubungan akan terus meningkat. Jadi, kondisikan setiap detik kehidupan kita untuk memiliki beberapa hal yang membuat orang merasa nyaman.

So, paling tidak kita bisa membuat orang lain bahagia. Maka, kitapun akan merasa bahagia.
read more “Nyaman....”

75% Es di Kutub Mencair? Hwaaaaaaaaa


Waduh, piye ki yo? aku baru aja baca di kompas.com tentang 75% es di kutub utara udah mencair sejak tahun 1996. Wuih, lho apa ga modar tu kita? hehehehe, jane aku si ga terlalu donk nek misalnya es kutub utara mencair semua. Tapi kok yo kayaknya medeni tenan yo. Nek misalnya banjir bandang piye? Nek ga yo malah banyak daratan yang tenggelam? Waduh, tambah mumet ki aku. Ayo kawan2....kita selamatkan bumi kita dari global warming. Gunakan listrik secukupnya, Tanam pohon sebanyak2nya, hehehehe. Liat gambar disamping buat STOP Global Warming!!!
read more “75% Es di Kutub Mencair? Hwaaaaaaaaa”

Pilihan

Kalau berfikir tentang pilihan, setiap detik hidup yang kita lalui adalah pilihan. Saat mau mandi kita juga memilih. Saat mau makanpun kita juga melakukan hal yang sama. Apalagi saat kita menentukan apa yang akan kita lakukan, pasti kita harus memilih. Dan setiap pilihan pasti ada konsekwensinya. Dan pilihan kita, harus disesuaikan dengan apa yang kita butuhkan dan apakah itu akan bermanfaat untuk kedepannya. Setiap pilihan akan memberi keuntungan dan kerugian bagi kita, hanya saja kitalah yang memilih apakah keuntungan lebih besar dari kerugian atau sebaliknya.

Contoh ne, kalau kita sebenarnya adalah penggila sepakbola dan ingin menjadi pemain bola profesional. Aktifitas kita pun selama ini adalah bermain dan berlatih sepakbola. Lalu, tiba-tiba ada tawaran menjadi Pengurus Sebuah Organisasi yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan bola. Kita harus menentukan pilihan lagi saat itu. Jika kita pilih menjadi pengurus, maka akan ada kemungkinan kita sukses di organisasi tersebut, tapi impian kita sirana begitu saja. Jika kita tetap memilih sepakbola, maka akan ada kemungkinan impian kita tercapai meskipun kita tidak sukses dalam berorganisasi. Tapi setidaknya kita melakukan hal yang kita suka dan itu akan memberi ketenangan tersendiri.

So, pilihlah yang akan memberikan manfaat di masa depan dan bisa membantu mencapai impian kita.
read more “Pilihan”

Rabu, 15 Juli 2009

From The Seminar In Melia Purosani Hotels

Two days ago, I followed an National Seminar has presented by Center of World Trade Study Gajah Mada University-Foreign Department Of Republic of Indonesia-World Trade Study. The theme of the seminar is "IMPROVING UNDERSTANDING TOWARDS TRADE IN SERVICES SYSTEM IN THE FRAMEWORK OF WORLD TRADE ORGANIZATION". But, I will not say about the topic of the seminar, because I just understand a little what about WTO's Person said, they have spook English and I understand a little, haha.

Now, I'll speak about our Nation Condition.First, In the seminar, there is Prophesor who deliver his speech in English. I think is a good side for our people that he can speak English. but, I really shy because his english is bad. I dont understand why it could happen? Is he can't speak English? If yes, why he can get the Prophesor Tittle? Friends, you must know that He deliver his speech using text. Oh dear...its too bad. I dont understand what happen with this. He can't speak English but He got a Prophesor Tittle in His name? Maybe, there are many Prophesor in other side of Indonesia have a similar Prophesor too, hehehehe.

Second, I think, Indonesia has many a good people in their knowlegde. Why I could say that? In this seminar, Prof. Mudrajad Kuncoro, a lecturer of UGM, deliver his speech about National Economic. He deliver in Indonesian Language. But, He can "wake up us from our sleep", he said about anything condition in our country about the economic. He said about our weakness, but also said our strength. He said about threat, but also said about our opportunity. He has been believing that we have a good chance to bo a great Nation with our resources. I belive too sir.

Yeah, maybe I dont Understand about the topic of the seminar, but I got lessons here. Thanks God.
read more “From The Seminar In Melia Purosani Hotels”

Minggu, 05 Juli 2009

Hak Pilihku adalah tidak Memilih....

Membandingkan ketiga Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia saat ini....tidak ada yang bisa aku percaya sepenuh hati...

Aku hanya percaya dengan Presiden yang tak perlu catatan ketika bicara.
Aku hanya percaya dengan Presiden yang tegas terhadap segalanya.
Aku hanya percaya dengan Presiden yang tidak bertele-tele saat ditanya moderator.
Aku hanya percaya dengan Presiden yang tidak suka menghujat.
Aku hanya Percaya dengan Presiden yang bilang "Pilihlah saya jika anda percaya bahwa saya amanah. Pilihlah saya jika anda percaya saya jujur. Pilihlah saya jika anda percaya bahwa saya punya kemampuan untuk memimpin. Dan jangan pilih saya hanya karena saya kaya, hanya karena saya dekat dengan anda, hanya karena saya suka membantu anda, dan hanya karena iklan saya."

tapi...semua itu hanya angan-angan...aku sedang pada kondisi ketidakpercayaan yang akut akan mereka....

Presidenku adalah yang berani berkata "seluruh gaji-ku dan segala keuntungan yang aku dapat karena aku menjadi Presiden adalah milik rakyatku."
read more “Hak Pilihku adalah tidak Memilih....”

Sabtu, 04 Juli 2009

Kerenggangan Hubungan dengan Orang Tua

Ada temenku yang bilang, klo mereka bosen berada di rumah, lebih enak mah tinggal di jogja bareng temen2. Dirumah tu ga enak, biarpun kumpul2 ma keluarga, tapi ujung2nya cuma disuruh2. Disuruh beli ini lah, disuruh beli itulah, disuruh nganter inilah, disuruh bantu itulah. Rasanya seperti semua dibebankan kepadannya. Padahal niatnya pulang adalah berhenti sejenak dari aktivitas di jogja yang mungkin terlalu padat dan sangant menyita waktu, tenaga dan pikiran. Tapi sesampainya dirumah malah disuruh bekerja lagi, bahkan malah sampai ada yang dimarah2i gara2 diperintah ma orang tua aja ga mau. Implikasinya, hubungan dengan keluarga dirumah jadi bisa renggang. Ekstrimnya, remaja2 itu bilang, klo mereka lebih care dengan temen sendiri daripada dengan keluarga mereka. So, sebenarnya, kenapa bisa jadi seperti ini? apakah ini karena mereka terbiasa sendiri? atau memang karena teman2 mereka lebih peduli dengannya?

Analisaku, Pertama, Keberadaan Fisik memang penting. Orang akan senang jika kita selalu berada di sampingnya. Dan ini bukan sekedar bualan. Tapi benar2 jasad ataupun fisiknya benar2 berada di sampingnya. Ini akan menimbulkan kesan bahwa dia selalu ada meskipun tidak berbuat apa-apa. Secara psikis, keberadaan ini akan mendorong pada perasaan bahwa keberadaannya di akui. Dan ketika orang diakui, dia akan sangat merasa bangga dan akan terus mempertahankan keakuannya itu. Dan perasaan ada orang disampingnya membuat dia tenang, karena pasti akan ada selalu orang yang membantunya tanpa perlu dia memintanya. Orang akan senang dengan keberadaan fisik kita.

Kedua, Remaja tidak suka diperintah. Yah, mungkin ini memang hal wajar. Remaja ingin dirinya di anggap sebagai raja. Perintah dari siapapun, entah itu teman atau orang tua, sebenarnya mereka merasa risih untuk mematuhinya. Karena dengan perintah seperti halnya anak kecil yang belum mempunyai inisiatif apa-apa. Seharusnya bukan diperintah, tetapi dibangkitkan kesadarannya supaya dia mampu berinisiatif yang baik. Tentunya ini dengan adanya komunikasi di antara kedua belah pihak, antara orang tua dan remaja. Bukan malah dengan berdiam diri. Ini hanya akan menimbulkan ketidakterbukaan hubungan orang tua dan anak. Saling terbuka dan komunikasi, itulah hal yang penting.

Ketiga, Tidak ada perasaan cinta keluarga. Yang namanya cinta, tanpa disuruhpun apapun pasti dilakukannya. Saat disuruh membantu orang tuanya saja tidak mau, itu berarti dia tidak cinta dengan keluarganya. Lalu, apa sebenarnya yang mampu menumbuhkan rasa cinta? yang mampu menumbuhkan rasa cinta adalah kesediaan akan selalu ada, kesediaan akan kepeduliaan, dan kesediaan untuk menomorduakan yang lain. Cinta memang rumit, apalagi cinta dengan orang tua dan anak, tidak bisa dilukiskan, orang tua memiliki cara tersendiri untuk mencintai anak2nya, dan anak2nya pun memiliki persepsi tersendiri dengan cara seperti apa dia ingin dicintai. So, memang harus ada saling pengertian di antara keduanya.

Hanya sedikit ini memang yang baru bisa aku analisa. Tentunya, berkaitan dengan masalah ini, harus ada keterbukaan dari kedua belah pihak untuk selalu berkomunikasi. Dan juga harus ada keinginan untuk memperbaiki hubungan. Masing-masing harus bisa berintrospeksi diri kenapa hal ini bisa terjadi, jangan ada perasaan untuk menyalahkan satu-sama lain, yang diperlukan adalah pikiran positif untuk bagaimana supaya hubungan menjadi baik.
read more “Kerenggangan Hubungan dengan Orang Tua”

Kamis, 02 Juli 2009

Karena Tuhan...

Semua rencana matang kita gagal bukan karena Tuhan tidak Menyayangi kita...
Segala keinginan kita tidak tercapai bukan karena Tuhan tidak mau Memberi...
Segala impian kita kacau balau bukan karena Tuhan Menghendaki demikian...
Dan segala hal yang tidak kita inginkan terjadi malah terjadi bukan karena Tuhan Membenci kita...

Tapi semua itu adalah karena kita....

karena kita yang malas...
karena kita yang hanya suka mengeluh...
karena kita yang sombong...
karena kita tidak mengerti apa maksud Tuhan dari semua kejadian itu...

Karena Tuhan Menghendaki kita untuk belajar berani....
Karena Tuhan Menghendaki kita untuk belajar tegar...
Karena Tuhan Menghendaki kita untuk belajar kuat...
Karena Tuhan Menghendaki kita untuk belajar memahami-NYA...

sumber : catatan di facebook 21 Mei 2009 jam 19:51
read more “Karena Tuhan...”

Live is Never Flat....

mungkin salah saat mengganggap bahwa hidup yang indah adalah hidup yang datar2 saja...
tanpa gejolak...
tanpa rintangan...
tanpa cacian...
bahkan tanpa kekecewaan....

padahal...
dengan gejolak...kita belajar kebijaksanaan...
dengan rintangan...kita belajar keberanian...
dengan cacian...kita belajar kesabaran...
dengan kekecewaan...kita belajar tentang hakikat bersyukur...

Tuhan...terimakasih telah mengajarkan kita tentang arti hidup...

sumber : catatan di facebook 12 Mei 2009 jam 0:05
read more “Live is Never Flat....”

Dunia sudah tek seindah yang kita harapkan...

kadang aneh ngliat keadaan yang serba morat-marit ini...

dimana2 ada kejadian pemerkosaan...
dimana2 ada aja korban pembunuhan...
dimana2 ada aja korban keganasan para pejabat....

bahkan pemilu yang menjadi pesta demokrasi saja....masih terlalu dini untuk kita banggakan....
pilpres mendatang? ah...setiap calon hanya berfikir sendiri-sendiri...
seandainya mereka terangkul bersama memikirkan negara...dengan saling mendukung dan mengkritik...alangkah indahnya indonesia ini?
ah...tapi dunia sudah tak seindah yang kita harapkan....

tak usah jauh2 sebenarnya...liat aja diri kita sendiri...

kita ingin cinta? tapi tak mau mencintai terlebih dahulu...
kita ingin kaya? tapi tak mau berusaha...
kita ingin sukses? tapi bangun subuh aja malas...
kita ingin pintar? tapi belajar saja tidak pernah...
kita ingin bahagia? tapi takut untuk menggapainya...karena kebahagiaan di dapat bukan dengan jalan lurus...tapi jalan terjal yang harus kita mendakinya...
dan lagi-lagi...dunia sudah tak seindah yang kita harapkan...KARENA KEMALASAN KITA!!!!!

sumber : catatan di facebook 09 Mei 2009 jam 9:14
read more “Dunia sudah tek seindah yang kita harapkan...”

Ayah...Ibu...aku minta maaf...

mungkin aku bisa ketawa2 di jogja...
bisa juga menghamburkan uang seenaknya....
bisa juga minta uang saku seenaknya...

padahal disuruh pulang aja ogah...
ngluangin waktu buat orang rumah aja susah...
sedikit berkorban apalagi...

tapi...kenapa ga pernah terpikir sedikitpun olehku...
bahwa setiap malam mereka berdoa untukku...
setiap mereka bekerja yang ada di hatinya adalah aku...
saat mereka makan yang teringat adalah aku sudah makan atau belum...
setiap saat dalam hidup mereka yang adalah untukku...

tapi kenapa aku membalasnya dengan tangisan mereka...
kenapa aku membalasnya dengan kekecewaan mereka...
kenapa aku membalasnya dengan perasaan bersalah mereka karena tidak bisa memenuhi keinginanku...

padahal...mereka selalu tersenyum saat aku pulang...
dan selalu menangis setiap aku hendak pergi...

tapi kenapa aku bisa sejahat ini....

ayah...
ibu...
maafin aku...
aku tak bisa memberikan yang terbaik buat kalian...
aku tak bisa membanggakan kalian....

teruntuk ayah dan ibu di rumah....

sumber : catatan di facebook 05 Mei 2009 jam 21:33
read more “Ayah...Ibu...aku minta maaf...”

Puisi untuk presiden...

Wahai Presidenku

Seandainya aku jadi presiden…
Aku tidak akan menyelengarakan pesta pernikahan anakku di istana…
Sementara banyak rakyatku yang masih menderita...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan tersenyum sambil mengangkat padi hasil panen milik pengusaha...
Sementara banyak petani yang tidak diberi penghargaan...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan dengan mudah tertawa dan tersenyum...
Sementara banyak rakyatku yang merintih...menjerit...mena
ngis...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tak perlu sambutan hangat dalam setiap kunjunganku...
Aku akan lebih senang jika disambut dengan demo...
Itu berarti rakyatku akan memberi nasihat kepadaku…

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan memerintahkan aparat kepolisian untuk membubarkan demo mahasiswa kepadaku...
Malah...aku akan memerintahkan para polisi itu untuk mengawal para pejuang mahasiswa itu supaya tidak ada yang mencelakai mereka dalam demo mereka...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan pernah menyulitkan rakyatku dalam hal apapun...
Sehingga mereka bisa tersenyum...
Bukan karena aku...tapi karena mereka hidup bahagia...

sumber : catatan di facebook 30 Maret 2009 jam 23:10
read more “Puisi untuk presiden...”

Puisi untuk presiden...

Wahai Presidenku

Seandainya aku jadi presiden…
Aku tidak akan menyelengarakan pesta pernikahan anakku di istana…
Sementara banyak rakyatku yang masih menderita...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan tersenyum sambil mengangkat padi hasil panen milik pengusaha...
Sementara banyak petani yang tidak diberi penghargaan...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan dengan mudah tertawa dan tersenyum...
Sementara banyak rakyatku yang merintih...menjerit...mena
ngis...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tak perlu sambutan hangat dalam setiap kunjunganku...
Aku akan lebih senang jika disambut dengan demo...
Itu berarti rakyatku akan memberi nasihat kepadaku…

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan memerintahkan aparat kepolisian untuk membubarkan demo mahasiswa kepadaku...
Malah...aku akan memerintahkan para polisi itu untuk mengawal para pejuang mahasiswa itu supaya tidak ada yang mencelakai mereka dalam demo mereka...

Seandainya aku jadi presiden...
Aku tidak akan pernah menyulitkan rakyatku dalam hal apapun...
Sehingga mereka bisa tersenyum...
Bukan karena aku...tapi karena mereka hidup bahagia...

sumber : catatan di facebook 30 Maret 2009 jam 23:10
read more “Puisi untuk presiden...”

Melihat masa depan...

memikirkan masa depan? yah, ada temanku yang sangat suka dengan slogan "today is mine". mungkin benar. yah yang terpenting yang harus kita pikirkan adalah hari ini. bukan besok ataupun kemaren. namun sejenak aku berfikir...saat ini...ketika aku melihat film yang dibuat tahun 80an ke atas, ketika aku liat mobil tahun 70an, saat aku mencoba mencerna kebiasaan pemuda angkatan 60an...saat aku mencoba memahami yang telah lalu...aku selalu berkata bahwa itu semua jadul!!!!

lalu, akankah semua perkataan itu akan terulang lagi 60 tahun mendatang? saat mungkin aku masih hidup, pada saat itu aku melihat internet adalah hal jadul. facebook adalah jadul. hp mending di buat ganjel pintu aja.

ah, betapa misterinya masa depan itu...mungkin...suatu saat aku benar-benar akan bisa menghilang. menghilang tanpa perlu menggunakan jubah gaib harry potter. karena hal yang saat ini mungkin mustahil...bisa jadi satu detik kemudian menjadi hal yang mungkin...

hufff...betapa aku ini terlalu jauh berada di belakang orang-orang...

sumber : catatan di facebook 28 Maret 2009 jam 0:39
read more “Melihat masa depan...”

Harusnya kita malu...

tadi malem, aku ikut pengajian di PDM, yang ngisi Pak Amin Rais. tapi aneh, orang sekaliber amin rais aja aku bisa tidur di ruangan, heheheehehehehe.

tapi di sisi lain, ada hal yang membuat aku malu...
Pak Amin cerita klo dulu pas dia Haji, ketika perjalanan dari Mekah ke Madinah naik bis, dia nangis!!! dia nangis karena dia ingat bagaimana Muhammad SAW dulu berjuang berjalan kaki berhari-hari ke Madinah, bahkan hingga digigit ular, dan lain sebagainya. mengingat itu, amin rais nangis, nangis karena malu, malu karena kita semua sekarang sering sekali mengeluh dengan segala kekurangan kita, padahal sekarang kita kemana-mana bisa naik motor, mau dakwah ke luar pulau tinggal pake pesawat, yang pasti semua fasilitas sudah ada. bandingkan ketika rasulullah dulu berjuang?padahal dengan segala keterbatasan itu, Muhammad tetap selalu bersyukur setiap hari, sedangkan kita? ah...harusnya kita malu...HARUSNYA KITA MALU!!!

tapi yang ada, ketika kita berorganisasi, kita sering mengeluh tentang ini-itu...padahal jika dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah...ah...aku ga mampu membayangkannya...kita benar-benar jauh sekali...!!!! HARUSNYA KITA MALU!!!

Terimakasih buat Pak Amin yang udah ngingetin aku...bismillah...mulai saat ini...mari kita mulai selalu bersyukur dengan apapun yang Allah berikan kepada kita...dan JANGAN PERNAH MENGELUH!!!!SEMANGAT

sumber : catatan facebook 18 Maret 2009 jam 9:27
read more “Harusnya kita malu...”

Harapan...

kadang perjalanan hidup tidak sesuai dengan apa yang yang aku inginkan...berbagai hal, bahkan hampir semua hal yang membuatku semakin tidak mengerti...tapi...satu hal yang tetap membuatku terus bersemangat...aku masih memiliki harapan...harapan tentang cinta...harapan tentang masa depan...dan harapan tentang semua hal...

aku masih terus berharap...bahkan ketika orang lain mengatakan bahwa harapan itu sirna...aku masih akan terus berharap...karena harapan itu yang terus mampu membuatku hidup...thanks for my little princess...i'll have a hope, because of you...

sumber : catatan di facebook 01 Maret 2009 jam 0:46
read more “Harapan...”
FikriTheAdventurer © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute